Kawan kami yang berdedikasi dalam keilmuan Islam, yang begitu membanggakan kita semua orang Indonesia, seorang profesor asal Indonesia yang mengajar di University of California untuk kajian Islam dan Timur Tengah, Muhamad Ali mendapat musibah sejak 15 Maret 2018 lalu. Istri tercintanya, Neneng mengidap aneurisma. Sekitar pukul 01:00 waktu setempat, ia dilarikan ke Riverside Community Hospital, Amerika Serikat. Dalam beberapa jam, para dokter menemukan pendarahan hebat di otaknya. Para dokter tak punya banyak pilihan. Mereka melakukan langkah-langkah terbaik untuk Neneng.

Namun, Tuhan berkehendak lain. Kondisi Neneng tidak membaik. Hingga pada Sabtu, 17 Maret 2018, sekitar pukul 3 sore waktu setempat, Neneng menghembuskan nafas terakhirnya. Innalillah wa inna ilahi rojiun!

Kita semua patah hati. Kami kehilangan jiwa yang indah, kepribadian yang dinamis, istri yang luar biasa, ibu, anak perempuan, saudara perempuan, dan teman. Kami akan menyimpan semua kenangan indah yang kami miliki tentang Neneng.

Ali dan Inas (anak perempuannya yang masih kecil) membutuhkan dukungan kita sekarang, lebih dari sebelumnya. Ada biaya membawa Neneng pulang ke Indonesia untuk beristirahat bersama keluarganya. Ada juga biaya pengobatan yang terkait dengan rawat inap Neneng. Dan biaya lainnya yang sangat dibutuhkan. Ali memiliki asuransi kesehatan, tapi kemungkinan besar tak mencakup semuanya.

Sebuah halaman di gofundme.com dibuat untuk membantu meringankan beban Ali dan Inas. Klik di sini dan mari ikut berdonasi!

Jenazah Almarhumah Neneng Syahdati Rosmy insyaAllah akan tiba di Bandara Soekarno Hatta pada Sabtu 24/3/2018 pukul 13.15 WIB. Jenazah akan dibawa ke Masjid Fathullah di depan Kampus UIN Jakarta untuk disalatkan sekitar pukul 15.00 WIB.