Tengok Kami

Tengok Kami

PADA AWALNYA Indonesia didirikan di atas prinsip gotong royong. “Kita ini rakyat gotong royong,” kata Bung Karno, Pendiri Bangsa Indonesia.

Semua agama juga mengajarkan kita untuk saling berbagi. “Tengoklah ke bawah dalam urusan harta,” kata Nabi Muhammad. Kata Mahatma Gandhi, “Bumi ini cukup untuk memenuhi kebutuhan semua orang di segala zaman, tapi tak cukup untuk segelintir orang serakah di suatu zaman.”

Dunia terus berkembang, masuk pada suatu masa yang benar-benar baru: Era Digital (Digital Age). Semua manusia, dari berbagai belahan menjadi terhubung. Yang jauh terasa dekat.

Namun, kita justru semakin individualistik. Media sosial bukan digunakan untuk bersosialisasi dalam perkara positif: berbagi informasi, saling membantu dalam kemanusiaan. Media sosial justru digunakan untuk sibuk sendiri atau bahkan menebar informasi negatif: hoax, fitnah, atau kebencian. Relasi sosial semakin mudah, namun kepedualian sosial tak berkembang.

Yayasan Tengok Bawah hadir untuk mengajak kita menjadikan perangkat digital dan media sosial sebagai modal untuk mengabarkan tentang mereka yang di bawah kepada mereka yang di atas agar bisa menumbuhkan kepedulian sosial dan berbagi.

Tim Kami

Husein Ja’far Al-Hadar

Chief Executive Officer

Ardian Fadli

Marketing

Nurul Amalia

Social Media Manager

Farhan Fuadi

Videographer

Miftah° F

Webmaster

Ikuti Terus #TengokBawah

Kirim Pesan